Umat vs Hamba
Gw agak sedikit rancu dan ambigu, banyak orang dalam karya sastra, lirik lagu, dan sinetron yang menggunakan salah satu dari dua kata ini, umat dan hamba. Tetapi mereka mempertukarkan makna dibalik kata ini. Sebenernya apa sih perbedaan diantara keduanya. Apakah dua kata ini bisa ditukar pakaikan?
Dalam al-Quran QS. an-Nahl: 63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Dan QS. az-Zumar: 16
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.
Dari dua ayat di atas, umat dikaitkan dengan pengikut, dalam hal ini Rasul. Seorang Rasul yang membawa ajaran kepada manusia, pengikutnya disebut sebagai umat Rasul tsb. Oleh karena ajaran yg dibawanya adalah Islam, maka umat bisa disandingkan dengan agamanya, menjadi umat Islam.
Kemudian hamba. Hamba tidak bisa disandingkan dengan Rasul. Hamba tidak sama dengan pengikut Rasul. Dalam ayat di atas, dapat diartikan bahwa hamba adalah kebalikan/lawan dari kata Pencipta/Khaliq. Jadi seluruh manusia adalah hamba.
Menurut gw, ada beberapa kesalahan dalam karya sastra/seni di Indonesia. Misalnya, gw pernah nonton sinetrin religi si Yoyo yang bilang "....kita sebagai umat-Nya....", kemudian beberapa puisi, lalu lirik lagunya yg dinyanyikan Titik Puspa dan dipopulerkan kembali oleh Peterpan, Kupu-kupu Malam, dsb.
Dalam al-Quran QS. an-Nahl: 63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Dan QS. az-Zumar: 16
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.
Dari dua ayat di atas, umat dikaitkan dengan pengikut, dalam hal ini Rasul. Seorang Rasul yang membawa ajaran kepada manusia, pengikutnya disebut sebagai umat Rasul tsb. Oleh karena ajaran yg dibawanya adalah Islam, maka umat bisa disandingkan dengan agamanya, menjadi umat Islam.
Kemudian hamba. Hamba tidak bisa disandingkan dengan Rasul. Hamba tidak sama dengan pengikut Rasul. Dalam ayat di atas, dapat diartikan bahwa hamba adalah kebalikan/lawan dari kata Pencipta/Khaliq. Jadi seluruh manusia adalah hamba.
Menurut gw, ada beberapa kesalahan dalam karya sastra/seni di Indonesia. Misalnya, gw pernah nonton sinetrin religi si Yoyo yang bilang "....kita sebagai umat-Nya....", kemudian beberapa puisi, lalu lirik lagunya yg dinyanyikan Titik Puspa dan dipopulerkan kembali oleh Peterpan, Kupu-kupu Malam, dsb.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home