<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13859598?origin\x3dhttp://f-xtudent.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

06 July, 2006

Yield Curve (2): Teori Yield Curve

Pola yang umum terjadi pada Yield Curve ini antara lain : normal, flat, inverted dan hump.



Bentuk yield curve yang “normal” ditandai dengan yield jangka panjang lebih tinggi dibandingkan dengan yield jangka pendek. Sedangkan dikatakan “flat” jika yield jangka panjang dan pendek relatif sama. Untuk pola “inverted” terjadi jika yield jangka pendek lebih tinggi dibandingkan dengan yield jangka panjang. Sedangkan pola “humped” terjadi jika terdapat gabungan pola inverted dan normal secara bersamaan. Setidaknya ada tiga hipotesis yang melatarbelakangi terbentuknya pola yiele curve ini.

Expectations Theory

Bentuk dari yield curve dapat dijelaskan oleh faktor ekspektasi investor mengenai tingkat suku bunga yang akan datang. Sehingga ekspektasi short rate (tingkat suku bunga pada jangka waktu tertentu) akan sama dengan implied forward rate dari yield curve. Hipotesis ini menyatakan bahwa long rate adalah rata-rata dari tingkat suku bunga sekarang dan ekspektasi dari short rate yang dirumuskan sebagai berikut (liquidity premium diasumsikan nol):



Implikasinya adalah yield curve yang turun mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga yang akan datang akan turun, demikian juga berlaku sebaliknya bahwa yield curve yang naik mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga ke depan akan naik.

Liquidity Preference Theory

Terdapat dua asumsi pada teori ini yaitu:
(1) ekspektasi mempengaruhi pola yield curve
(2) instrumen jangka pendek lebih menarik bagi investor dibandingkan dengan instrumen jangka panjang karena yang jangka pendek sifatnya lebih likuid.

Jika dituliskan secara matematis,



Sehingga implikasi dari teori ini adalah jika Ln > Ln-1…L2 > 0, maka yield curve akan memiliki slope yang naik meskipun tidak ada ekspektasi perubahan tingkat suku bunga. Yield curve yang memiliki slope yang turun mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga ke depan akan turun.

Market Segmentation Theory

Teori ini menjelaskan bahwa obligasi jangka panjang dan jangka pendek ditransaksikan oleh investor yang berbeda-beda atau terjadi segmentasi pasar dimana masing-masing tipe investor ini akan mencari equilibrium masing-masing secara independen. Implikasi dari teori ketiga ini adalah tidak ada alasan bahwa term premium positif atau naik seiring naiknya maturity.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home