<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=13859598&amp;blogName=.:+blog+bogana+f-xtudent&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://f-xtudent.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://f-xtudent.blogspot.com/&amp;vt=7578151409243273379" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

03 June, 2008

Pindah

Assalaamu'alaykum

Blog ini sudah dipindahkan ke Wordpress: ipk4cumlaude.wordpress.com. Jadi, jangan lagi-lagi dateng ke blog ini, secara ga bakalan dapet apdetannya.

Yu ah, see you there then.

03 October, 2006

Khilafiyah

Sudah lama ingin mencurahkan isi hati mengenai yang satu ini, khilafiyah: perbedaan. Mungkin, sekarang adalah saat yang tepat mengingat Ramadhan penuh dengan ibadah-ibadah sehingga banyak juga khilafiyahnya. Kemudian, beberapa orang (kalau tidak mau dibilang banyak) menganggap bahwa orang-orang yang bersebrangan pendapatnya adalah pelaku bid'ah, dan perbuatannya adalah bid'ah. Bid'ah karena menurutnya itu adalah hal-hal baru, dan setiap pekerjaan bid'ah adalah sesat, dan tempat bagi orang yg tersesat adalah di neraka. Memang khilafiyah erat kaitannya dengan masalah bid'ah-membid'ahkan.

Apa yang harus kita lakukan ketika mendapati perbedaan?
Tentu saja jangan panik, jangan panas, jangan stress, karena mereka itulah sumber penyakit: penyakit hati dan bodi. Kemudian tanyakan kepada ulama dalam hal ini ustadz yang mumpuni. Jangan didiskusikan di antara teman yang sama-sama "ora mudeng". Tanya ke ustadz, pasti ustadznya seneng.... kita juga insya Allah bakal seneng atuh! Masalahnya kriteria ustadz yg mumpuni itu seperti apa? Nah itu jawabannya susah. So far, Ustadz Ahmad Sarwat paling bagus untuk masalah fiqh, soalnya beliau adalah faqih. Atau kalo pengen sungguh-sungguh, tanya ke ulama/ustadz yg menjalankan perbedaan itu. Tanya kedua belah pihak yg berbeda (kalo tiga yg berbeda, ya tanya nya ke ketigabelah pihak, dst...). Insya Allah kita dapat pengetahuan yg "integral" (jadi inget si Doel pas Ospek).

Kenapa sih harus tanya ulama, pan sekarang buku-buku hadith banyak, Quran punya?
Ya para ulama pasti lebih tahu bidangnya. Tapi inget, kalo masalah fiqh tanya ke ulama yang faqih, jangan ke Qori' atau Qori'ah. Karena beliau tahu masalah fiqh sebagaimana kita memahami seluk beluk bidang kita sendiri; statistika misalnya, sudah dipastikan Pa Ustadz rada puyeng ditanyain masalah statistika. Juga, para ulama mempelajari ilmu-ilmu yang telah berkembang pada zaman abad keemasan Islam, atau kalo di Eropa: abad pertengahan ("middle age") atau abad kegelapan ("early middle age", kalo ga mau dibilang "dark age" mah). Karena di masa-masa itulah muncul ilmuwan-ilmuwan (baca: ulama) di berbagai bidang: ilmu pasti, sosial, ekonomi, geograpi, sejarah, kedokteran, astronomi, juga ilmu-ilmu keIslaman: hadith, tapsir, fiqh, muamalah, kritik hadith dll.

Contohnya: Bukhari, Muslim dan beberapa ulama hadith lainnya menentukan derajat suatu hadith: apakah shahih, hasan, dhoif, palsu. Kemudian apakah marfu' atau tidak, banyaklah pokonamah. Cara penelusurannya dengan mendatangi secara langsung perawi hadith tersebut, kemudian ..... ada metodenya pokonamah.... simplena mah jadi aja ini hadith derajatnya apa, apanya apa, dan apanya apa. Lalu dibikin buku, misalnya Kitab Shahih Bukhari dan Muslim dll. Kemudian muncul juga ilmu kritik hadith, menguji bener ga sih hadith ini apanya apa.

Terus ahli fiqih menggunakan hadith-hdith mereka dan menggunakan metode-metode fiqihnya untuk mengeluarkan fatwa atau ijtihad. Metode fiqh tsb dikenal dengan nama ushul fiqh (cmiiw). Nah, dari hadith yang sama kadangkala dan seringkali menganding multiinterpretasi. Nah inilah yang menimbulkan perbedaan atau khilafiyah. Para ulama fiqh udah biasa menghadapi perbedaan, mereka ngga panas, ngga stress, ga panik, dan yang penting ngga menuduh pihak yang bersebrangan (berbeda) dengannya adalah "sesaaaattttt", "bid'aaaaahhhhh". Karena apa? Karena kalau ada perbedaan dikembalikan pada al-Quran dan Sunnah, kalo ga ada di sana baru bisa disebut sesat atau bid'ah. Tapi kalo ada dan berbeda pendapat, disikapi dengan penghargaan, jadi weh rahmat tea.

Terakhir, perlu kita ketahui, bahwa khilafiyah yang terjadi saat ini, kebanyakan (banyak banget) sudah terjadi di masa-masa para ulama lalu, sekitar 1000 tahun yang lalu. Dan sebagian orang yang "still green" seolah-olah merasa benar dg pendapatnya dan mengatakan "si anu sesssaaaaattt, si fulan bbbiiiiidddd''''aaaahhhh. What a waste! Contohnya hitungan shalat tarawih, qunut, niat shalat. Pesan terakhir, jangan sampai mudah terhasud atau menghasud untuk membid'ahkan orang lain, karena bisa jadi ketahuan padahal kita yang awam (padahal mah iya awam beneran).

27 September, 2006

Masalah itu adalah Aku

Seorang lelaki muda berdiri dihadapanku. Usia, perawakan, dan bahkan segala persoalannya sama denganku. Aku tahu itu, karena kita sering bertemu, setiap hari. Kami selalu berbincang-bincang dan saling menasihati untuk memecahkan persoalan bersama. Persoalan yang kini kerap mengganggu kehidupannya adalah mencari pendamping hidup, persoalan yang banyak dialami oleh orang seusianya. Walaupun setelah pendamping itu ditemukan, tidak lantas menghapus segala kegelisahannya. Bisa jadi malah bertambah banyak. Tapi life must go on, begitulah hidup. Ada jalur yang telah digariskan, wajib dilewati. Adapula jalur yang tidak boleh diinjak, walaupun telah digariskan. Agar bisa diakui oleh masyarakat. Agar bisa hidup bersama dengan masyarakat. Agar bisa dicintai Sang Pencinta.

Usia sudah hampir menyentuh kepala tiga. Penghasilan dari pekerjaan tetap ditambah bonus sudah siap untuk melangkah ke jalur itu, pernikahan. Rumah dan kendaraan sudah menunggu orang baru. Cinta dari seorang kekasih yang selalu setia menemaninya setiap saat, tidak cukup untuk memberikan kebenarian mengajukan lamaran atas lowongan yang selalu terbuka untuknya. Sudah sepuluh ribu kali* kekasihnya secara tersirat meminta melamarnya, tetapi jawabannya tetap sama, secara tersirat, tidak ada jawaban. Tidak ada keberanian untuk melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi. Anak tangga yang akan memberikan kebahagiaan, anak tangga yang akan memberikan pemenuhan kebutuhan sosiologis, psikologis, dan biologis, dan juga anak tangga yang memberikan berbagai persoalan baru yang belum pernah dialaminya.

Aku selalu memberinya nasihat di setiap perjumpaan, bahwa setiap persoalan yang akan kita alami sesungguhnya telah dialami terlebih dahulu oleh orang lain. Orang lain yang telah menginjakkan kakinya di lembaran baru. Lembaran baru yang telah berisi lukisan indah. Memberikan keindahan dengan lukisan kehidupannya di atas lembaran itu. Ada juga orang lain yang malah mengotorinya dengan injakan telapak hatinya yang kotor, membuat lukisan keindahan dalam lembaran itu menjadi carut-marut. Tidak pantas untuk diikuti. Ikutilah apa yang membuat lukisan itu menjadi tambah indah, dilihat dari sudut manapun, bahkan dari belakang lembaran.

Namun tetap saja, lelaki muda itu masih bergelut dengan persoalannya, persoalan yang apabila terpecahkan bisa membangkitkan persoalan baru yang lebih banyak. Apa yang terjadi dengan dia, belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya dia selalu mendengarkan nasihatku, berdiskusi dan menemukan solusi. Ada apa dengan dia? Oh, ataukah Aku yang keliru, apakah seharusnya pertanyaannya aku ganti, Ada apa denganku?

Ya memang itulah masalahnya. Aku yang memberikan nasihat tidak sepenuhnya mengamalkan nasihatku padanya. Aku tidak yakin nasihatku akan memecahkan persoalannya. Karena Aku sama-sama mempunyai persoalan yang sama dengan dia. Dia yang setiap hari aku temui. Dia selalu berdiri di hadapanku. Berdiri dari dalam lemari baju. Lemari baju di dalam kamarku yang selalu Aku gunakan untuk bercermin. Bercermin atas jasadku dan juga atas jiwaku. Lelaki muda yang berdiri di hadapanku itu adalah jasadku dan jiwaku.

****
*Mentari Freetalk 10.000 kali.... :D

20 September, 2006

Umat vs Hamba

Gw agak sedikit rancu dan ambigu, banyak orang dalam karya sastra, lirik lagu, dan sinetron yang menggunakan salah satu dari dua kata ini, umat dan hamba. Tetapi mereka mempertukarkan makna dibalik kata ini. Sebenernya apa sih perbedaan diantara keduanya. Apakah dua kata ini bisa ditukar pakaikan?

Dalam al-Quran QS. an-Nahl: 63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

Dan QS. az-Zumar: 16
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.

Dari dua ayat di atas, umat dikaitkan dengan pengikut, dalam hal ini Rasul. Seorang Rasul yang membawa ajaran kepada manusia, pengikutnya disebut sebagai umat Rasul tsb. Oleh karena ajaran yg dibawanya adalah Islam, maka umat bisa disandingkan dengan agamanya, menjadi umat Islam.

Kemudian hamba. Hamba tidak bisa disandingkan dengan Rasul. Hamba tidak sama dengan pengikut Rasul. Dalam ayat di atas, dapat diartikan bahwa hamba adalah kebalikan/lawan dari kata Pencipta/Khaliq. Jadi seluruh manusia adalah hamba.

Menurut gw, ada beberapa kesalahan dalam karya sastra/seni di Indonesia. Misalnya, gw pernah nonton sinetrin religi si Yoyo yang bilang "....kita sebagai umat-Nya....", kemudian beberapa puisi, lalu lirik lagunya yg dinyanyikan Titik Puspa dan dipopulerkan kembali oleh Peterpan, Kupu-kupu Malam, dsb.

18 September, 2006

Pidato Paus

Pidato Paus Benedictus XVI baru-baru ini, mengundang gelombang protes di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya beliau menyebutkan bahwa Islam menyebarkan agama dengan pedang. Namun beliau telah menyesal dengan mangatakan bahwa itu adalah bukan pendapat dirinya melainkan Paus mengutip ucapan seorang kaisar Kristen ortodoks abad ke-14 yang mengkritik beberapa ajaran Nabi Muhammad (link).

Gelombang protes diajukan oleh beberapa pemimpin dan pemuka agama Islam. Pakistan misalnya, berniat akan mencabut Dubes-nya di Vatikan. Begitu pula, penyesalan diungkapkan oleh SBY di Havana. Bahkan pemuka agama Kristen pun menyatakan penyeselannya. Yahudi juga tidak tinggal diam, mereka malah protes membalikkan kenyataan bahwa semua kekerasan dilakukan oleh Kristen, Holocaust dan penjajahan pasca PD I. Hampir semua kalangan menyesalkan. Namun ada yg menarik...

Yang menarik adalah pernyataan Bapak mantan presiden kita, Gus Dur, "Ah nggak (menyudutkan umat Islam). Paling yang bilang begitu FPI atau FBR. Saya membacanya normal-normal saja," (link) Aduh, apa ngga kebalik nih. Kalau ucapan Paus normal, terus siapa yang ngga normal? Ternyata tanpa sepengetahuannya, seluruh dunia yang protes, bukan FPI dan FBR saja. Wah, jangan sampai deh beliau ada di seberang sana sendirian. Julukan yg pantas untuk bapak kita ini apa ya? Selalu cool menghadapi cacian, makian, dan penghinaan. Perlu diketahui, selama menjadi presiden, tak ada seorang aktivis mahasiswa yg ditangkap karena menghina presiden (cmiiw). Kemudian karena sifat cool-nya ini beliau selalu bersebrangan dg pendapat kebanyakan. Lucu bari teu hayang seuri, jelema... jelema....!

Sekarang pandang gw terhadap masalah ini: sangat menyesalkan. Tapi ini bagus, secara tak langsung Paus menyuruh seluruh masyarakat di dunia untuk mempelajari bagaimana Islam didakwahkan, the true Islam. Beberapa contoh sejarah berikut mungkin bisa membelokan persepsi mereka tentang Islam:

- Proses penaklukan Mekah (futuh Mekah) terjadi pada zaman Rasulullah. Beliau hijrah ke Madinah karena tekanan orang musyrik Mekah terhadap kaum muslim. Beliau menggalang kekuatan di Madinah, dan menangkal beberapa serangan mereka. Perlu diingat, bahwa perang2 yg terjadi di masa Rasulullah adalah perang deffensive, medan perang lebih dekat ke kota Madinah daripada Mekah. Setelah kekuatan di Madinah full, maka saatnya menaklukan Mekah, membebaskannya dari ajaran syirik. Pandangan kaum musyrikin ketika itu, "Wah ancur deh gw, mati...mati... Muhammad datang, kita sedang lemah, pasti Muhammad dan pasukannya akan balas dendam'. Namun apa yg terjadi, tidak ada pertumpahan darah satu tetes pun, dan inilah yg membuat para musuh Rasulullah berpindah agama ke Islam, termasuk Abu Sufyan.

- Proses penaklukan Konstantin terjadi ketika Sultan Muhammad II atau Muhammad al-Fatih memimpin Turki Utsmani. Sebelum menaklukan kota Konstantin, yang seluruh wilayah di sekitarnya telah ditaklukan Islam, al-Fatih memberikan tiga opsi (cmiiw), yakni masuk Islam dan wilayahnya menjadi wilayah Islam (Turki Utsmani), tetap pada keyakinan Kristen tapi wilayahnya menjadi wilayah Islam ITurki Utsmani), atau berperang. Dan tiga opsi ini selalu diberikan sebelum menaklukan daerah2 lain di seluruh Asia dan Eropa. Lalu kita bandingkan dengan tiga opsinya Kristen terhadap muslim di Andalusia, Spanyol: masuk kristen diam di sini, tetap Islam tapi diusir, atau dibunuh. Selain itu (masih di Spanyol) masih ingatkah tentang kejadian April Mop, pembantaian kaum muslimin setelah sebelumnya ditipu.

Beberapa kejadian yang baru-baru ini semakin heboh tentang Islam, menurut gw adalah benih-benih dari kebangkitan Islam di masa datang. Hari ini adalah sejarah bagi masa depan. Dan hari ini bisa jadi tercatat dalam sejarah bahwa pernyataan Paus Benedictus XVI telah membangkitkan kembali peradaban Islam yang telah dijanjikan oleh Allah.

12 September, 2006

Memunculkan Kembali Motivasi Kerja

Bekerja telah sekian lama di sebuah perusahaan, ngga pindah-pindah. Kerjaan ya... gitu2 aja, ngga nambah-nambah ilmu, malah nambah numpuk. Seringkali kita bosen dg pekerjaan, kalo bukan karena tgl 25 mungkin udah check out. Sebelum benar2 check out, mari kita berkontemplasi sejenak.

Setelah lulus kuliah, para mahasiswa yg bukan lagi mahasiswa secara udah di-wisuda (wilujeng susah damel), berburu vacancy di beberapa perusahaan. Subscribe ke milis lowongan, sign in di beberapa situs pencari kerja, jobsdb.com atau karir.com. Rajin ngenet buat googling or sekedar check email, jangan2 ada panggilan.

Lolos...

Mendengar kabar salah satu teman dapat kerjaan, wah al-Hamdulillah, gilirian gw kapan ya? Besoknya ternyata kita yg dipanggil dan lolos. al-Hamdulillah, sujud syukur, nilpun ke rumah, "Mah al-Hamdulillah ...... udah diterima kerja di ......". Malemnya shalat malam orang tua menjadi lebih lama dari biasanya. Kemudian kita sujud syukur, rajin bersedekah, dan traktir temen2 sebagai ungkapan rasa syukur.

Hari pertama bekerja

Wah akhirnya kerja di perusahaan di dalam gedung pencakar langit terkabulkan juga, walopun dg gaji yg tidak sesuai, jika dihitung sekarang dan dibandingkan dg investasi kita untuk biaya kuliah*. Dikasih meja dg fasilitas telpon, komputer, lemari besi, lemari buku, dan stationary. Boss menghampiri "......, ini hari pertama kamu bekerja di sini, feel free, skr kamu belajar dulu, kenali circumstance di sini. Mulai besok, tolong analisis ini... bla...bla...bla... sebagai pekerjaan pertama kamu". "Siap boss. I'll do de' best!".

Sekarang

Semua kerjaan udah bisa dilakonin. Semua udah dipelajari. Ngga ada tantangan lagi, ngga ada yg harus dipelajari lagi, ya... harus nyari2 sendiri... Bosen. Ngajuin rotasi, ngga diapprove ama si Boss. Minta naek gaji... ga dikabulkan, katanya "Kita lagi menerapkan tight money policy". Ya udah, apa gw resign aja ya?

Datanglah pegawai baru yg menggantikan yg keluar. Semanagadnya rual biasa, melebihi gw dulu. Wah asyik sekali ya jadi pegawai baru. Bangun pagi seger, brangkat kerja ceria, di kantor wajah (bibir) senyum terus, dandanan rapih, semangad, dll...

Kontemplasi

Tidak seperti hidup, seakan2 kita akan mati besok (sebentar lagi), kita berbuat yg terbaik sbg bekal menuju kampung akhirat. Melainkan, sebaiknya kita becermin pada pegawai baru ituh. Seperti bayi yg baru lahir, semangadnya untuk berjalan, berkomunikasi, lucunya, senyumnya, membuat gembira hati tak hanya orang tuanya. Yup... mulai detik ini (besok juga boleh) kita anggap hari pertama kita kerja. Selamat menjadi orang baru selamanya....

30 August, 2006

Menjadi Bangsa Cerdas

Tidak mudah untuk menjadi bangsa menjadi cerdas. Mari kita tengok peradaban2/kebudayaan2 yang unggul dalam keilmuannya. Lalu kita ambil hikmah dengan menirunya.

Kebudayaan Yunani
Pada zaman ini ilmu belum lahir, yang ada hanya filsafat dan pengetahuan. Filsuf yg terkenal yaitu Aristoteles dan Plato

Kebudayan Islam
Perkembangan ilmu pengetahuan dimulai dari zaman Rasulullah. Para tahanan perang yang ingin dibebaskan harus mengajarkan membaca 10 muslim, jika dia bisa membaca. Kemudian pada masa Abasiyah, khalifah2 sangat menyenangi ilmu pengetahuan. Mereka membuat ibukota2 yang mendukung terhadap perkembangan keilmuwan. Fase pertama adalah penerjemahan pengetahuan Yunani ke dalam bahasa Arab, bahasa resmi Khilafah Islamiyah. Kemudian muncul ide2 sendiri, kritikan, dan penguatan atas pengetahuan yang mereka dapatkan. Ilmu baru muncul di sini. Ilmuwan Islam sudah menetapkan metodologi pengetahuan menjadi sebuah ilmu, jauh sebelum peradaban barat muncul. Ilmu2 dasar berkembang pada peradaban Islam, seperti Matematika, Geografi, Sosiologi, Kedokteran, Sejarah, Kesusastraan, Astronomi, Pertanian, Mekanika ketika barat masih dalam kondisi "Dark Age".
Seperti apa sih ilmu2 yg dilahirkan dari peradaban Islam. Ilmu matematika, sebagaimana yang kita pelajari dari SD sampai SMA bahkan Perguruan Tinggi, seperti pengembangan angka dari angka India (1,2,3,4,5) menjadi 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dan 0. Penemuan angka 0 adalah penemuan besar oleh al-Khawarizmi. Kemudian aljabar, persamaan, persamaan kuadrat, kubik, pangkat empat, matriks, integral, diferensial, logaritma, trigonometri. Ilmu Geografi seperti penemuan globe, peta amerika, eropa, dan kehidupan sosial yang ada di permukaannya. Ilmu astronomi, dengan dibuatnya observatorium yg tercanggih di zamannya di mana arsitekturnya ditiru oleh observatorium barat bahkan sampai 100 tahun kemudian. Dan masih banyak lagi.

Kebudayaan Barat
Pada masa puncak perkembangan kelimuan Islam, banyak juga pelajar2 Yahudi dan Nasrani yang belajar, mereka pun menerjemahkan ilmu2 Islam ke dalam bahasa mereka. Maka terjadilah masa reinasance. Ilmu yg diterjemahkan kemudian dianalisis dikritik dan dikuatkan, sehingga menimbulkan ide2 baru yg semakin berkembang.
Sayangnya kebudayaan barat menutup-nutupi berita keemasan perkembangan keilmuwan Islam. Tak sedikit terjemahan yang malah diakui buatan sendiri. Dan setelah mereka mendapatkan ilmu2 Islam, mereka menghancurkan perpustakaan2 keilmuwan yang terletak di daerah kekuasaan Islam. Mereka tidak menghargai ilmu, sebagaimana Islam sangat menghargainya. Islam mengambil ilmu dari kebudayaan lain tanpa menghancurkannya. Kedamaian dan kehidupan bertoleransi antara umat beragama sangat terjalin.

Nah... dari sejarah di atas, apa yg bisa kita ambil. Yang pertama, kita harus menerjemahkan ke dalam bahasa kita sendiri. Yang kedua ada dukungan dari pemerintah. Yang ketiga menghargai ilmu pengetahuan. Dan mesti diingat sebagai landasan kita bahwa semua ilmu takkan bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah. Ilmu itu datangnya dari Allah. Dan semua yg bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah pasti datangnya dari syetan yang sesat dan menyesatkan.

22 August, 2006

Boycott Israeli Products