<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13859598?origin\x3dhttp://f-xtudent.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

27 September, 2006

Masalah itu adalah Aku

Seorang lelaki muda berdiri dihadapanku. Usia, perawakan, dan bahkan segala persoalannya sama denganku. Aku tahu itu, karena kita sering bertemu, setiap hari. Kami selalu berbincang-bincang dan saling menasihati untuk memecahkan persoalan bersama. Persoalan yang kini kerap mengganggu kehidupannya adalah mencari pendamping hidup, persoalan yang banyak dialami oleh orang seusianya. Walaupun setelah pendamping itu ditemukan, tidak lantas menghapus segala kegelisahannya. Bisa jadi malah bertambah banyak. Tapi life must go on, begitulah hidup. Ada jalur yang telah digariskan, wajib dilewati. Adapula jalur yang tidak boleh diinjak, walaupun telah digariskan. Agar bisa diakui oleh masyarakat. Agar bisa hidup bersama dengan masyarakat. Agar bisa dicintai Sang Pencinta.

Usia sudah hampir menyentuh kepala tiga. Penghasilan dari pekerjaan tetap ditambah bonus sudah siap untuk melangkah ke jalur itu, pernikahan. Rumah dan kendaraan sudah menunggu orang baru. Cinta dari seorang kekasih yang selalu setia menemaninya setiap saat, tidak cukup untuk memberikan kebenarian mengajukan lamaran atas lowongan yang selalu terbuka untuknya. Sudah sepuluh ribu kali* kekasihnya secara tersirat meminta melamarnya, tetapi jawabannya tetap sama, secara tersirat, tidak ada jawaban. Tidak ada keberanian untuk melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi. Anak tangga yang akan memberikan kebahagiaan, anak tangga yang akan memberikan pemenuhan kebutuhan sosiologis, psikologis, dan biologis, dan juga anak tangga yang memberikan berbagai persoalan baru yang belum pernah dialaminya.

Aku selalu memberinya nasihat di setiap perjumpaan, bahwa setiap persoalan yang akan kita alami sesungguhnya telah dialami terlebih dahulu oleh orang lain. Orang lain yang telah menginjakkan kakinya di lembaran baru. Lembaran baru yang telah berisi lukisan indah. Memberikan keindahan dengan lukisan kehidupannya di atas lembaran itu. Ada juga orang lain yang malah mengotorinya dengan injakan telapak hatinya yang kotor, membuat lukisan keindahan dalam lembaran itu menjadi carut-marut. Tidak pantas untuk diikuti. Ikutilah apa yang membuat lukisan itu menjadi tambah indah, dilihat dari sudut manapun, bahkan dari belakang lembaran.

Namun tetap saja, lelaki muda itu masih bergelut dengan persoalannya, persoalan yang apabila terpecahkan bisa membangkitkan persoalan baru yang lebih banyak. Apa yang terjadi dengan dia, belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya dia selalu mendengarkan nasihatku, berdiskusi dan menemukan solusi. Ada apa dengan dia? Oh, ataukah Aku yang keliru, apakah seharusnya pertanyaannya aku ganti, Ada apa denganku?

Ya memang itulah masalahnya. Aku yang memberikan nasihat tidak sepenuhnya mengamalkan nasihatku padanya. Aku tidak yakin nasihatku akan memecahkan persoalannya. Karena Aku sama-sama mempunyai persoalan yang sama dengan dia. Dia yang setiap hari aku temui. Dia selalu berdiri di hadapanku. Berdiri dari dalam lemari baju. Lemari baju di dalam kamarku yang selalu Aku gunakan untuk bercermin. Bercermin atas jasadku dan juga atas jiwaku. Lelaki muda yang berdiri di hadapanku itu adalah jasadku dan jiwaku.

****
*Mentari Freetalk 10.000 kali.... :D

20 September, 2006

Umat vs Hamba

Gw agak sedikit rancu dan ambigu, banyak orang dalam karya sastra, lirik lagu, dan sinetron yang menggunakan salah satu dari dua kata ini, umat dan hamba. Tetapi mereka mempertukarkan makna dibalik kata ini. Sebenernya apa sih perbedaan diantara keduanya. Apakah dua kata ini bisa ditukar pakaikan?

Dalam al-Quran QS. an-Nahl: 63
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

Dan QS. az-Zumar: 16
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.

Dari dua ayat di atas, umat dikaitkan dengan pengikut, dalam hal ini Rasul. Seorang Rasul yang membawa ajaran kepada manusia, pengikutnya disebut sebagai umat Rasul tsb. Oleh karena ajaran yg dibawanya adalah Islam, maka umat bisa disandingkan dengan agamanya, menjadi umat Islam.

Kemudian hamba. Hamba tidak bisa disandingkan dengan Rasul. Hamba tidak sama dengan pengikut Rasul. Dalam ayat di atas, dapat diartikan bahwa hamba adalah kebalikan/lawan dari kata Pencipta/Khaliq. Jadi seluruh manusia adalah hamba.

Menurut gw, ada beberapa kesalahan dalam karya sastra/seni di Indonesia. Misalnya, gw pernah nonton sinetrin religi si Yoyo yang bilang "....kita sebagai umat-Nya....", kemudian beberapa puisi, lalu lirik lagunya yg dinyanyikan Titik Puspa dan dipopulerkan kembali oleh Peterpan, Kupu-kupu Malam, dsb.

18 September, 2006

Pidato Paus

Pidato Paus Benedictus XVI baru-baru ini, mengundang gelombang protes di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya beliau menyebutkan bahwa Islam menyebarkan agama dengan pedang. Namun beliau telah menyesal dengan mangatakan bahwa itu adalah bukan pendapat dirinya melainkan Paus mengutip ucapan seorang kaisar Kristen ortodoks abad ke-14 yang mengkritik beberapa ajaran Nabi Muhammad (link).

Gelombang protes diajukan oleh beberapa pemimpin dan pemuka agama Islam. Pakistan misalnya, berniat akan mencabut Dubes-nya di Vatikan. Begitu pula, penyesalan diungkapkan oleh SBY di Havana. Bahkan pemuka agama Kristen pun menyatakan penyeselannya. Yahudi juga tidak tinggal diam, mereka malah protes membalikkan kenyataan bahwa semua kekerasan dilakukan oleh Kristen, Holocaust dan penjajahan pasca PD I. Hampir semua kalangan menyesalkan. Namun ada yg menarik...

Yang menarik adalah pernyataan Bapak mantan presiden kita, Gus Dur, "Ah nggak (menyudutkan umat Islam). Paling yang bilang begitu FPI atau FBR. Saya membacanya normal-normal saja," (link) Aduh, apa ngga kebalik nih. Kalau ucapan Paus normal, terus siapa yang ngga normal? Ternyata tanpa sepengetahuannya, seluruh dunia yang protes, bukan FPI dan FBR saja. Wah, jangan sampai deh beliau ada di seberang sana sendirian. Julukan yg pantas untuk bapak kita ini apa ya? Selalu cool menghadapi cacian, makian, dan penghinaan. Perlu diketahui, selama menjadi presiden, tak ada seorang aktivis mahasiswa yg ditangkap karena menghina presiden (cmiiw). Kemudian karena sifat cool-nya ini beliau selalu bersebrangan dg pendapat kebanyakan. Lucu bari teu hayang seuri, jelema... jelema....!

Sekarang pandang gw terhadap masalah ini: sangat menyesalkan. Tapi ini bagus, secara tak langsung Paus menyuruh seluruh masyarakat di dunia untuk mempelajari bagaimana Islam didakwahkan, the true Islam. Beberapa contoh sejarah berikut mungkin bisa membelokan persepsi mereka tentang Islam:

- Proses penaklukan Mekah (futuh Mekah) terjadi pada zaman Rasulullah. Beliau hijrah ke Madinah karena tekanan orang musyrik Mekah terhadap kaum muslim. Beliau menggalang kekuatan di Madinah, dan menangkal beberapa serangan mereka. Perlu diingat, bahwa perang2 yg terjadi di masa Rasulullah adalah perang deffensive, medan perang lebih dekat ke kota Madinah daripada Mekah. Setelah kekuatan di Madinah full, maka saatnya menaklukan Mekah, membebaskannya dari ajaran syirik. Pandangan kaum musyrikin ketika itu, "Wah ancur deh gw, mati...mati... Muhammad datang, kita sedang lemah, pasti Muhammad dan pasukannya akan balas dendam'. Namun apa yg terjadi, tidak ada pertumpahan darah satu tetes pun, dan inilah yg membuat para musuh Rasulullah berpindah agama ke Islam, termasuk Abu Sufyan.

- Proses penaklukan Konstantin terjadi ketika Sultan Muhammad II atau Muhammad al-Fatih memimpin Turki Utsmani. Sebelum menaklukan kota Konstantin, yang seluruh wilayah di sekitarnya telah ditaklukan Islam, al-Fatih memberikan tiga opsi (cmiiw), yakni masuk Islam dan wilayahnya menjadi wilayah Islam (Turki Utsmani), tetap pada keyakinan Kristen tapi wilayahnya menjadi wilayah Islam ITurki Utsmani), atau berperang. Dan tiga opsi ini selalu diberikan sebelum menaklukan daerah2 lain di seluruh Asia dan Eropa. Lalu kita bandingkan dengan tiga opsinya Kristen terhadap muslim di Andalusia, Spanyol: masuk kristen diam di sini, tetap Islam tapi diusir, atau dibunuh. Selain itu (masih di Spanyol) masih ingatkah tentang kejadian April Mop, pembantaian kaum muslimin setelah sebelumnya ditipu.

Beberapa kejadian yang baru-baru ini semakin heboh tentang Islam, menurut gw adalah benih-benih dari kebangkitan Islam di masa datang. Hari ini adalah sejarah bagi masa depan. Dan hari ini bisa jadi tercatat dalam sejarah bahwa pernyataan Paus Benedictus XVI telah membangkitkan kembali peradaban Islam yang telah dijanjikan oleh Allah.

12 September, 2006

Memunculkan Kembali Motivasi Kerja

Bekerja telah sekian lama di sebuah perusahaan, ngga pindah-pindah. Kerjaan ya... gitu2 aja, ngga nambah-nambah ilmu, malah nambah numpuk. Seringkali kita bosen dg pekerjaan, kalo bukan karena tgl 25 mungkin udah check out. Sebelum benar2 check out, mari kita berkontemplasi sejenak.

Setelah lulus kuliah, para mahasiswa yg bukan lagi mahasiswa secara udah di-wisuda (wilujeng susah damel), berburu vacancy di beberapa perusahaan. Subscribe ke milis lowongan, sign in di beberapa situs pencari kerja, jobsdb.com atau karir.com. Rajin ngenet buat googling or sekedar check email, jangan2 ada panggilan.

Lolos...

Mendengar kabar salah satu teman dapat kerjaan, wah al-Hamdulillah, gilirian gw kapan ya? Besoknya ternyata kita yg dipanggil dan lolos. al-Hamdulillah, sujud syukur, nilpun ke rumah, "Mah al-Hamdulillah ...... udah diterima kerja di ......". Malemnya shalat malam orang tua menjadi lebih lama dari biasanya. Kemudian kita sujud syukur, rajin bersedekah, dan traktir temen2 sebagai ungkapan rasa syukur.

Hari pertama bekerja

Wah akhirnya kerja di perusahaan di dalam gedung pencakar langit terkabulkan juga, walopun dg gaji yg tidak sesuai, jika dihitung sekarang dan dibandingkan dg investasi kita untuk biaya kuliah*. Dikasih meja dg fasilitas telpon, komputer, lemari besi, lemari buku, dan stationary. Boss menghampiri "......, ini hari pertama kamu bekerja di sini, feel free, skr kamu belajar dulu, kenali circumstance di sini. Mulai besok, tolong analisis ini... bla...bla...bla... sebagai pekerjaan pertama kamu". "Siap boss. I'll do de' best!".

Sekarang

Semua kerjaan udah bisa dilakonin. Semua udah dipelajari. Ngga ada tantangan lagi, ngga ada yg harus dipelajari lagi, ya... harus nyari2 sendiri... Bosen. Ngajuin rotasi, ngga diapprove ama si Boss. Minta naek gaji... ga dikabulkan, katanya "Kita lagi menerapkan tight money policy". Ya udah, apa gw resign aja ya?

Datanglah pegawai baru yg menggantikan yg keluar. Semanagadnya rual biasa, melebihi gw dulu. Wah asyik sekali ya jadi pegawai baru. Bangun pagi seger, brangkat kerja ceria, di kantor wajah (bibir) senyum terus, dandanan rapih, semangad, dll...

Kontemplasi

Tidak seperti hidup, seakan2 kita akan mati besok (sebentar lagi), kita berbuat yg terbaik sbg bekal menuju kampung akhirat. Melainkan, sebaiknya kita becermin pada pegawai baru ituh. Seperti bayi yg baru lahir, semangadnya untuk berjalan, berkomunikasi, lucunya, senyumnya, membuat gembira hati tak hanya orang tuanya. Yup... mulai detik ini (besok juga boleh) kita anggap hari pertama kita kerja. Selamat menjadi orang baru selamanya....