<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13859598?origin\x3dhttp://f-xtudent.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

31 July, 2006

Prioritas Sosial

Mengelola sebuah negara pasti banyak masalah. Dengan dana terbatas, harus memaksimumkan kepentingan rakyat. Bagian mana yang menempati prioritas utama, dan bagian mana yang menempati proiritas terakhir. Untuk mendapatkannya segala cara dicoba. Cara ini adalah hasil diskusi dari pakar2 di bidangnya yang tentunya memperjuangkan bidangnya agar mendapatkan prioritas atas.

Gw ga tau banyak tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, atauapun kehidupan berkhilafah. Yang gw tahu adalah Rasulullah saw sangat memperhatikan dua bidang ini, yaitu masalah seksualitas dan masalah fakir miskin dan anak terlantar. Sedih memang dua hal ini dalam sejarah pemerintah Indonesia belum pernah diaplikasikan. Belum pernah diaplikasikan karena beberapa diantaranya sudah/akan di-Undang-Undang-kan, bahkan untuk anak terlantar sudah di-Undang-Undang Dasar-kan.

al-Hamdulillah, UU Pornografi dan Pornoaksi sedang dibahas. Rakyat Indonesia harus menunggu lebih dari setengah abad untuk mendapatkan aturan masalah perseksualitasan. Padahal Rasulullah saw tidak lebih dari 20 tahun sudah sukses menerapkan dan mengontrol masalah yang paling besar yang dialami makhluk Allah yang berbentuk manusia ini. Mudah2an penerapannya tidak seperti masalah lain.



Mengenai masalah fakir miskin dan anak terlantar. UUD telah mencantumkan di dalam pasalnya bahwa "fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara". Di negara lain hal ini benar2 telah diterapkan. Padahal tidak ada di dalam UUD kita yang menyebutkan langsung posisi warga negara selain fakir miskin dan anak-anak terlantar. Tidak ada pengusaha, artis, karyawan. Apa mau di kata, pemerintah kita tak pernah memprioritaskan hal ini. Sekali lagi mari kita liat contoh pemimpin yg sukses menjalankan roda pemerintannya, Rasulullah saw. Beliau memberikan contoh kepada rakyatnya untuk memelihara anak-anak yatim dan senantiasa menyantuni para fakir miskin (yang sulit ditemui di zaman Rasul karena ekonomi berputar sangat adil sesuai dengan sistemnya, ekonomi Islam). Maka Rasulullah pun dijuluki Bapaknya Anak Yatim. Betapa Rasulullah adalah contoh sempurna bagi pemimpin2 bangsa lainnya.

Kalau pemerintah benar2 cerdas, pasti akan mendahulukan masalah ini dibandingkan masalah2 lain yang ga terlalu penting. Dibikinlah Departemen atau Kementrian Pemeliharaan Fakir Miskin dan Anak Terlantar sendiri. Menkokesra dihapus saja. Kementrian2 yang ga terlalu penting, yaitu yang ga ada di dalam konstitusi kita, UUD, seperti Menkominfo, dimerjer saja. Biar uangnya bisa diaplikasikan untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Penting mana sih 3G, WiFi, backbone broadband dengan anak-anak terlantar berbaju kumuh, meminta2 dari warteg ke warteg, dari bis ke bis, dari lampu merah ke lampu merah. Mudah2an pemikiran pemerintah yang gw cintai semakin terbuka.

28 July, 2006

Bencana, Sabar, Sombong, dan Cinta

Ciri-ciri orang beriman adalah bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan Allah dan bersabar ketika mendapatkan bencana. Kenikmatan dan bencana ini dua-duanya merupakan ujian, test akan kebersukuran dan kesabaran. Ketika dapat nikmat ga bersyukur, malah akan digantikan azab. "Walainkafartum inna adzabi lasyadid" na'udzubillah.



Baru-baru ini kita diberikan ujian dalam bentuk bencana oleh Allah swt atas negeri tercinta ini. Belum genap 2 thn tsunami Aceh, kembali tsunami menyapu daerah pantai selatan Jawa Samudera Hindia. Aku sangat turut berduka cita atas bencana alam ini. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik, pasti ada. Sedikit diantaranya: kemaksiatan di bibir pantai Pangandaran kini bersih tersapu tsunami, semakin kelihatannya orang2 yg peduli dan tidak (gaji ke-13).

Yang aku takut dari kejadian bencana yang membuatku merasa ga mau baca berita bencana atau nonton cerita seorang atau keluarga yang terkena bencana adalah pernyataan mereka yang sombong, bukannya berintrosfeksi. Kalimat yang ga mau kudengar adalah "Ya Allah mengapa Kau timpakan bencana ini kepada kami?" Kalimat ini sangat bagus untuk tidak diucapkan, tapi dianalisis untuk kepentingan pribadi. Andaikan ini diucapkan, brarti dia sudah menganalisis dan menganggap bahwa ga ada yg salah dari diri gw, kok kenapa Allah menimpakannya kepadaku, bukan ke orang2 yg bener jahat di Isreal misalnya. Suatu pernyataan sombong yang wajar ditimpakan bencana lagi kepadanya.

Kalimat kedua "Ya Allah salah apa kami, sampai Engkau menimpakan bencana kepada kami?". Sebagaimana kalimat pertama, kalimat ini lebih tidak pantas lagi untuk diucapkan bahkan untuk membersit di dalam hati. Kalimat kesombongan "Apa salah kami?" atau kalimat kemalasan untuk menganalisa kesalahannya "Apa salah kami?" atau kalimat yang menyatakan bahwa kami itu tidak salah, Allah-lah yang salah pada kami, padahal kami sudah beribadah sebanyak orang2 yg tak terkena musibah, Allah yang tidak adil dan tidak menepati janj-Nya untuk menyayangi makhluk yang "mendekatinya". Nau'udzubillahi min dzalik. Sangat pantas bagi Allah untuk memperberat ujian orang2 ini.

Allahumma shalli 'ala Muhammad.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari ucapan2 sedemikian, yang membuat kami benci kepada-Mu. Apapun yang Engkau berikan, itu adalah bingkisan rasa cinta-Mu pada makhluk-Mu. Memang bingkisan ini menyakitkan, tapi apakah kita tidak pernah menyakiti Allah. Menyakiti dengan bersitan hati yang mengkhianati percintaan Engkau dengan kami, menyakiti dengan anggota tubuh kami yang Engkau pinjamkan. Sungguh kami tidak akan bahagia tanpa kehadiran cinta-Mu. Ya Allah sempurnakanlah cinta-Mu padaku dan sempurnakanlah cintaku pada-Mu. Kematian adalah tahap untuk selanjutnya bertemu dengan Engkau. Apa pun pemberian Engkau, bahkan menyebabkan kami mati. Kami menerimanya dengan ikhlas dan ridla. Alhamdulillahirabil'alamin.

25 July, 2006

Pilihan Cara Mati

Alhamdulillaah. Washalaatuwassalaam 'alaa Rasulillah saw.

Setiap makhluk hidup pasti akan mati. Malaikat, jin, manusia, hewan, dan tumbuhan, pasti sekali akan mati. Mari kita tengok dalam cara seperti apa aja manusia itu telah meninggalkan dunia. Cara mati ini adalah telah ditetapkan oleh Allah, tapi sesungguhnya kita bisa mengusahakan cara kematian kita sendiri. Berikut adalah pilihan cara kematian yg mungkin kita alami.



Mati secara sakit di Rumah Sakit, mati secara jatuh dari tangga, mati secara ketabrak mobil, mati pas nonton film horor di bioskop, mati di dalam lift yang talinya putus, mati secara kesetrum, mati secara ketimpa beton pas gempa, mati secara kesapu sunami, mati secara kesetrum pas nyetrika, mati secara kecemplung ke sumur, mati secara over dosis, mati secara terkena HIV AIDS, mati secara kena rudal nyasar, mati secara dimakan hiu putih, mati secara dibunuh perampok, mati secara bundir, dan yang terakhir adalah mati secara berjihad di jalan Allah.

Setiap kita pasti mati, namun ternyata dari sekian banyak cara manusia mati, hanya ada satu pilihan yang bisa kita usahakan, yakni mati secara berjihad di jalan Allah. Mati ketika berperang membantu agama Allah, menegakkan kalimatullah. Mati yang hanya mengharapkan ridla Allah.

Aku mati syahid dan jika aku hidup lagi aku akan berjihad dan mati
Begitulah para pecinta jihad bertekad di dalam hatinya.

Tapi semuanya butuh persiapan (Q.S. al-Anfal: 60) dan sebelum kita berjihad kita pelajari ilmunya. Secara orang2 terdahulu pada zaman Rasul yang berperang tidak karena mengharapkan ridla Allah, maka bukanlah keselamatan yg didapati tapi neraka yang menyala-nyalalah tempatnya. Na'uudzubillaahi min dzaalika.

Aku tidak takut kehidupan yang terus hidup.
Yang aku takut adalah kematian yang mati.


Wallaahu a'lam bi shawab

07 July, 2006

Our Heritage

Iseng-iseng liat blog orang. Biasanya gw suka nemuin hal yg menarik. Yata! gw dpt hal menarik yg gw contek di blog gw dr blognya ophi wsab.

Menggunakan algoritma image recognation, beberapa artist yg ada di database situs tsb bisa mirip wajah kita (kebalik kalee...). Tapi unfortunately, artistnya barat and asia timur punya.
Gw coba masupin foto ini, ini dia hasilnya.....



Lumayan mirip lah.... tapi gw ga gitu kenal sama artis2 di atas, kecuali Stepenco yg mirip gw. Tapi btw yg paling mirip, Yudis sama Bennington. Dan kayaknya mas Puthut kalo udah gede bakal kayak gini.

Ngomong2 mengenai algoritma image recognation, gw teringad penelitian anak ilkom 35, yg sekarang baru aja (5-Jul-06) menjadi pasangan temen kita Dian A. Dia membuat software untuk mengidentifikasi kemiripan tanda tangan. Gw pernah ngobrol2 waktu itu, ternyata statistiknya kentel bgt. Metode dekompisisi matrix dia gunakan, sampe gw aja puyeng, kalo ga salah pake SVD gitu (padahal SVD bukan yg paling bagus). Nyari2 akar cirinya terus ga tau deh diapain. Mau difoto terus dibingkai, dibungkus, terus dikado, terserah dia sama pembimbingnya lah.

06 July, 2006

Yield Curve (2): Teori Yield Curve

Pola yang umum terjadi pada Yield Curve ini antara lain : normal, flat, inverted dan hump.



Bentuk yield curve yang “normal” ditandai dengan yield jangka panjang lebih tinggi dibandingkan dengan yield jangka pendek. Sedangkan dikatakan “flat” jika yield jangka panjang dan pendek relatif sama. Untuk pola “inverted” terjadi jika yield jangka pendek lebih tinggi dibandingkan dengan yield jangka panjang. Sedangkan pola “humped” terjadi jika terdapat gabungan pola inverted dan normal secara bersamaan. Setidaknya ada tiga hipotesis yang melatarbelakangi terbentuknya pola yiele curve ini.

Expectations Theory

Bentuk dari yield curve dapat dijelaskan oleh faktor ekspektasi investor mengenai tingkat suku bunga yang akan datang. Sehingga ekspektasi short rate (tingkat suku bunga pada jangka waktu tertentu) akan sama dengan implied forward rate dari yield curve. Hipotesis ini menyatakan bahwa long rate adalah rata-rata dari tingkat suku bunga sekarang dan ekspektasi dari short rate yang dirumuskan sebagai berikut (liquidity premium diasumsikan nol):



Implikasinya adalah yield curve yang turun mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga yang akan datang akan turun, demikian juga berlaku sebaliknya bahwa yield curve yang naik mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga ke depan akan naik.

Liquidity Preference Theory

Terdapat dua asumsi pada teori ini yaitu:
(1) ekspektasi mempengaruhi pola yield curve
(2) instrumen jangka pendek lebih menarik bagi investor dibandingkan dengan instrumen jangka panjang karena yang jangka pendek sifatnya lebih likuid.

Jika dituliskan secara matematis,



Sehingga implikasi dari teori ini adalah jika Ln > Ln-1…L2 > 0, maka yield curve akan memiliki slope yang naik meskipun tidak ada ekspektasi perubahan tingkat suku bunga. Yield curve yang memiliki slope yang turun mengindikasikan bahwa ekspektasi suku bunga ke depan akan turun.

Market Segmentation Theory

Teori ini menjelaskan bahwa obligasi jangka panjang dan jangka pendek ditransaksikan oleh investor yang berbeda-beda atau terjadi segmentasi pasar dimana masing-masing tipe investor ini akan mencari equilibrium masing-masing secara independen. Implikasi dari teori ketiga ini adalah tidak ada alasan bahwa term premium positif atau naik seiring naiknya maturity.

Yield Curve (1)

Postingan ini berfungsi sebagai pengingat ilmu yg gw dapet, sekaligus catatan yg bisa dibaca di mana2 tanpa harus dibawa ke mana2.

Satu pertanyaan yg selama ini belum terjawab mengenai Yield Curve Modelling, ternyata terjawab sudah. Padahal hal ini sangat mendasar...

Mengapa Yield Curve tidak diplot menggunakan YTM of Coupon Bond malah mengunakan Spot Rate?

1. Perhitungan YTM identik dengan konsep IRR. Dengan demikian jika kita plot YTM (sumbu y) dengan time to maturity (sumbu x) untuk mendapatkan Yield Curve, maka masih ada resiko reinvestment rate yg melekat, yaitu kita mengasumsikan bahwa pembayaran kuponnya selalu direinvestasikan sebesar YTM.

2. Adanya coupon effect, di mana obligasi dg kupon yg lebih besar akan menghasilkan YTM yg lebih besar dibandingkan dengan obligasi yg mempunyai waktu jatuh tempo yg sama namun memiliki kupon yg lebih kceil.

Sehingga, penggunaan YTM sebagai Yield Curve akan tidak relevan digunakan sebagai pricing instrumen obligasi.

Solusinya adalah menggunakan spot rate. Spot rate atau spot interest rate atau zero-coupon interest rate adalah suku bunga diskonto yg dibayarkan pada dicount bond. Hal ini dapat dilakukan dg cara mengekspresikan coupon bond sebagai portfolio dari zero-coupon bond (disount bond). Pembayaran kupon pada coupon bond diekspresikan sebagai adanya zero-coupon bond yg mature.