Bersama kesulitan itu ada kemudahan
Judul di atas adalah pengalan ayat al-Quran yg menjadi pedoman muslimin. Ada dua ayat berurutan yg menyebutkan demikian. Sungguh suatu perhatian dari Tuhan akan kelemahan manusia yg suka berputus asa. Allah Maha Tahu apa yg telah Ia ciptakan. Dan memberitahukan tips untuk mengarungi hidup di dunia yg penuh Hambatan-Tantangan-Ancaman-Gangguan (HTAG).
Mengapa kesulitan ditulis lebih awal daripada kemudahan
Teman saya pernah berkata, "Aku teringat almarhum Pa Andi Hakim Nasution pernah berkata, 'Kenapa orang Indonesia malas naik tangga penyebrangan daripada underpass? Itu karena kita melihat awalnya dulu cape, naik. Kalau underpass kan turun dulu.'" Aku juga teringat perkataan beliau yang lain lagi, "Kenapa orang beri nama jalan tanjakan .... bukannya turunan ....?" Jadi lucu, yang teringat orang itu kesulitan, tapi kemudahan suka lupa.
Kesulitan dan Kemudahan adalah paket
Ada pria, ada wanita. Ada siang, ada malam. Ada kanan, ada kiri. Ada atas, ada bawah. Ada depan, ada belakang. Ada bangun, ada tidur. Ada baik, ada jahat. Begitu pula ada kesulitan pasti ada kemudahan. Begitu pula ada kemudahan pasti ada kesulitan. Teringat filsafatnya si Kabayan, "Kalo sedang jalan, dia ketemu tanjakan, dia gembira. dan ketika ketemu turunan, dia sedih"
Hebatnya di sini. Berbeda dg paket yg lain, kesulitan dan kemudahan adalah persepsi kita terhadap suatu masalah. Artinya, tidak mutlak. Kata si A gampang, mungkin kata si B susah. Sekarang hal ini susah, mungkin saat nanti hal ini jadi gampang. Energy positif yg dipancarkan fikiran membuat segala sesuatu menjadi kemudahan, setidaknya tidak menjadi kesulitan. Intinya, bagaimana-kapan-dari sebelah mana cara kita memandang persoalan itu. Ada persoalan yg sulit, namun pemecahannya gampang. Dan adapula persoalannya gampang, namun pemecahannya justru sulit.
Contohnya....
Soal #1: Bak mandi di isi air dari keran selama satu jam. Air yg keluar dr keran, semakin lama semakin banyak. Setiap detik, volume air di bak menjadi dua kali lipat. Misal, 1 lt menjadi 2 lt, menjadi 4 lt,.... Nah pertanyaannya, pada detik ke berapa itu bak akan terisi seperempatnya.
Soal #2: Shalat fardlu apa yg tahiyat-nya ada tiga?
Soal #3: Shalat fardlu apa yg tahiyat-nya ada empat? Nah loh!
Jadi.... jangan takut hidup!
Mengapa kesulitan ditulis lebih awal daripada kemudahan
Teman saya pernah berkata, "Aku teringat almarhum Pa Andi Hakim Nasution pernah berkata, 'Kenapa orang Indonesia malas naik tangga penyebrangan daripada underpass? Itu karena kita melihat awalnya dulu cape, naik. Kalau underpass kan turun dulu.'" Aku juga teringat perkataan beliau yang lain lagi, "Kenapa orang beri nama jalan tanjakan .... bukannya turunan ....?" Jadi lucu, yang teringat orang itu kesulitan, tapi kemudahan suka lupa.
Kesulitan dan Kemudahan adalah paket
Ada pria, ada wanita. Ada siang, ada malam. Ada kanan, ada kiri. Ada atas, ada bawah. Ada depan, ada belakang. Ada bangun, ada tidur. Ada baik, ada jahat. Begitu pula ada kesulitan pasti ada kemudahan. Begitu pula ada kemudahan pasti ada kesulitan. Teringat filsafatnya si Kabayan, "Kalo sedang jalan, dia ketemu tanjakan, dia gembira. dan ketika ketemu turunan, dia sedih"
Kesulitan dan Kemudahan merupakan persepsi
Contohnya....
Soal #1: Bak mandi di isi air dari keran selama satu jam. Air yg keluar dr keran, semakin lama semakin banyak. Setiap detik, volume air di bak menjadi dua kali lipat. Misal, 1 lt menjadi 2 lt, menjadi 4 lt,.... Nah pertanyaannya, pada detik ke berapa itu bak akan terisi seperempatnya.
Jawabannya: pada 2 detik sebelum satu jam (detik ke 3598). Cara pandangnya diubah dari belakang. OK kan.
Soal #2: Shalat fardlu apa yg tahiyat-nya ada tiga?
Jawabannya: Sholat fardlu masbuk pada rakaat ke dua.
Soal #3: Shalat fardlu apa yg tahiyat-nya ada empat? Nah loh!
Jawabannya: Shalat fardlu maghrib, ketika gabung dg imam pada rakaat kedua sedang sujud.
Jadi.... jangan takut hidup!
0 Comments:
Post a Comment
<< Home