Seri Mengenal Rasul: PREFACE
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alamdulillaahirabbil'aalamiin. Washalaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa alihi wasshahbihi ajma'iin Pembaca yang budiman
Rasulullah Muhammad saw. merupakan Nabi dan Rasul kita dan merupakan penutup para Nabi, khaatamin nabiyyiin (Q.S. al-Ahzab). Artinya, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul setelah Muhammad. Adapun Nabi dan Rasul saat ini ada yang masih hidup atau tidak, wallahu a'lam. Kita mengaku bahwa kami cinta Rasul kami, Muhammad saw. Tetapi tidak sedikit (banyak) orang yang tidak mengenal kekasihnya itu. Pengetahuan mengenai Rasul kalah dengan pengetahuan artis idolanya.
Ambil contoh, grup band The Beatles. Seluruh kaset dengan album lengkap dibeli, termasuk album kompilasi. Film-filmnya dikoleksi, termasuk pula rekaman video tur ke berbagai belahan dunia, nangkring di salah satu lemari koleksi khusus untuk The Beatles. Ditanya mengenai sejarah pendirian sampai bubarnya, tahu semua sampai detail-detailnya, tahun, bulan, tanggal, bahkan sampai jam kejadiannya. Kesukaan dan apa-apa saja yang membuat mereka benci tahu semua. Sampai ke daerah-daerah yang pernah mereka kunjungi, hafal semua, bahkan kalau ada rizqi, insya Allah akan dinapaktilasi. Poster-posternya minghiasi seluruh dinding rumah, bahkan sampai ke kamar mandi. Boneka dan miniaturnya berjajar di lemari koleksi tadi. Lagu-lagunya tidak pernah diputar setiap hari, bahkan ada jadwal pemutaran lagunya. Handset dan komputernya dihiasi dengan tema The Beatles. Gaya-gayanya pun selalu kita tiru. Dan liriknya bisa jadi menjadi pedoman hidupnya.
Begitulah sesuatu yang sangat-sangat mungkin terjadi pada salah satu manusia di muka bumi. Sedemikian ngefansnya sama The Beatles, mati-matian apapun yang berhubungan dengan The Beatles kudu dia miliki.
Bagaimana dengan Rasulullah yang kita cintai dan kita ingin dicintainya? Memang tidak harus ada poster, lagu, boneka dan miniatur Rasulullah. Karena itu tidak bakalan ada. Yang penting adalah usaha, effort kita untuk berjuang mencari tahu detail-detail Rasulullah saw. yang membuat cinta kita semakin bertambah dan bertambah. Kehidupan Rasulullah menyangkut keseluruhan bidang dan kita pasti bisa menirunya (copy-paste). Oleh karena itu, sangat banyak sekali contoh yang diberikan. Tapi yang sebagian kita tahu bahwa Rasul hanya contoh untuk beribadah saja.
Di bidang ekonomi, Rasulullah menjadi pegawai peternakan domba, yaitu sebagai gembala. Memang semua Nabi dan Rasul pernah mengerjakan pekerjaan yang satu ini, menjadi penggembala. Selanjutnyta, bagaimana Rasulullah sebagai entrepreneur sejati, menjadi marketing untuk produk Siti Khadijah yang dipasarkan di luar negeri, negeri Syam. Dan sukses. Karenanya Rasulullah memberikan maskawin unta gagah (kalau domba mah domba garut) sebanyak sekitar 70 ekor. Di mana waktu itu unta adalah sebuah kendaraan seperti mobil saat ini. Andaikan satu Unta berharga Rp 15 juta, maka total maskawin Rasulullah berjumlah Rp 105 juta. Subhaanallaah. Apa kita tidak mencontoh terhadap orang sukses seperti ini? Banggakah kita pada Nabi kita sebagai seorang bisnisman sukses di zamannya?
Itu baru di bidang ekonomi, belum lagi di bidang politik, sosial, budaya, rumah tangga, pertahanan dan keamanan, strategic planning, termasuk bidang seni. Subhanallah beliau merupakan contoh yag sangat-sangat lengkap untuk dijadikan model manusia sampai hari akhir. Tentu saja Rasulullah bisa seperti ini, karena Rasulullah dan generasi sahabat dididik (ditarbiyah) langsung oleh Allah swt.
"Generasi terbaik adalah generasiku, generasi setelahnya, dan generasi setelahnya." Demikianlah sabda Rasulullah saw. yang menurut Imam Samudera artinya kita bisa menjadikan ketiga generasi tersebut sebagai contoh kita setelah Rasulullah saw. Adapun generasi ketiga adalah generasi tabittabi'iin, di mana para tokohnya beberapa diantarnya adalah imam empat mazhab. Jadi, tidak ada alasan buat kita untuk mempertentangkan pendapat para imam tersebut, kita cukup mengikuti mereka karena kita bukan mujtahid tapi hanya muqallid dan kita bukanlah generasi terbaik.
Dengan mencontoh kehidupan Rasul sesuai dengan kapasitas kita. Insya Allah, mudah-mudahan Allah menambahkan dan menaburkan benih-benih cinta pada kekasih-Nya. Dan mudah-mudahan keridhaan Allah selalu menyertai aktivitas kehidupan kita. Amin. Mulai dari tulisan ini, insya Allah seri Mengenal Rasul dalam berbagai aspek kehidupan yang jarang tersampaikan dapat berjalan secara istimror, continue. Sehingga cinta yang kita miliki tidak hanya cinta di bibir semata. Melainkan cinta yang berawal dari lubuk hati yang paling dalam dan dapat diimplementasikan melalui seluruh sistem organ yang kita miliki. Amin.
Wallahua'lam bishshawaab.



