<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13859598?origin\x3dhttp://f-xtudent.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

27 October, 2005

Seri Mengenal Rasul: PREFACE

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alamdulillaahirabbil'aalamiin. Washalaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa alihi wasshahbihi ajma'iin

Pembaca yang budiman
Rasulullah Muhammad saw. merupakan Nabi dan Rasul kita dan merupakan penutup para Nabi, khaatamin nabiyyiin (Q.S. al-Ahzab). Artinya, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul setelah Muhammad. Adapun Nabi dan Rasul saat ini ada yang masih hidup atau tidak, wallahu a'lam. Kita mengaku bahwa kami cinta Rasul kami, Muhammad saw. Tetapi tidak sedikit (banyak) orang yang tidak mengenal kekasihnya itu. Pengetahuan mengenai Rasul kalah dengan pengetahuan artis idolanya.

Ambil contoh, grup band The Beatles. Seluruh kaset dengan album lengkap dibeli, termasuk album kompilasi. Film-filmnya dikoleksi, termasuk pula rekaman video tur ke berbagai belahan dunia, nangkring di salah satu lemari koleksi khusus untuk The Beatles. Ditanya mengenai sejarah pendirian sampai bubarnya, tahu semua sampai detail-detailnya, tahun, bulan, tanggal, bahkan sampai jam kejadiannya. Kesukaan dan apa-apa saja yang membuat mereka benci tahu semua. Sampai ke daerah-daerah yang pernah mereka kunjungi, hafal semua, bahkan kalau ada rizqi, insya Allah akan dinapaktilasi. Poster-posternya minghiasi seluruh dinding rumah, bahkan sampai ke kamar mandi. Boneka dan miniaturnya berjajar di lemari koleksi tadi. Lagu-lagunya tidak pernah diputar setiap hari, bahkan ada jadwal pemutaran lagunya. Handset dan komputernya dihiasi dengan tema The Beatles. Gaya-gayanya pun selalu kita tiru. Dan liriknya bisa jadi menjadi pedoman hidupnya.

Begitulah sesuatu yang sangat-sangat mungkin terjadi pada salah satu manusia di muka bumi. Sedemikian ngefansnya sama The Beatles, mati-matian apapun yang berhubungan dengan The Beatles kudu dia miliki.

Bagaimana dengan Rasulullah yang kita cintai dan kita ingin dicintainya? Memang tidak harus ada poster, lagu, boneka dan miniatur Rasulullah. Karena itu tidak bakalan ada. Yang penting adalah usaha, effort kita untuk berjuang mencari tahu detail-detail Rasulullah saw. yang membuat cinta kita semakin bertambah dan bertambah. Kehidupan Rasulullah menyangkut keseluruhan bidang dan kita pasti bisa menirunya (copy-paste). Oleh karena itu, sangat banyak sekali contoh yang diberikan. Tapi yang sebagian kita tahu bahwa Rasul hanya contoh untuk beribadah saja.

Di bidang ekonomi, Rasulullah menjadi pegawai peternakan domba, yaitu sebagai gembala. Memang semua Nabi dan Rasul pernah mengerjakan pekerjaan yang satu ini, menjadi penggembala. Selanjutnyta, bagaimana Rasulullah sebagai entrepreneur sejati, menjadi marketing untuk produk Siti Khadijah yang dipasarkan di luar negeri, negeri Syam. Dan sukses. Karenanya Rasulullah memberikan maskawin unta gagah (kalau domba mah domba garut) sebanyak sekitar 70 ekor. Di mana waktu itu unta adalah sebuah kendaraan seperti mobil saat ini. Andaikan satu Unta berharga Rp 15 juta, maka total maskawin Rasulullah berjumlah Rp 105 juta. Subhaanallaah. Apa kita tidak mencontoh terhadap orang sukses seperti ini? Banggakah kita pada Nabi kita sebagai seorang bisnisman sukses di zamannya?

Itu baru di bidang ekonomi, belum lagi di bidang politik, sosial, budaya, rumah tangga, pertahanan dan keamanan, strategic planning, termasuk bidang seni. Subhanallah beliau merupakan contoh yag sangat-sangat lengkap untuk dijadikan model manusia sampai hari akhir. Tentu saja Rasulullah bisa seperti ini, karena Rasulullah dan generasi sahabat dididik (ditarbiyah) langsung oleh Allah swt.

"Generasi terbaik adalah generasiku, generasi setelahnya, dan generasi setelahnya." Demikianlah sabda Rasulullah saw. yang menurut Imam Samudera artinya kita bisa menjadikan ketiga generasi tersebut sebagai contoh kita setelah Rasulullah saw. Adapun generasi ketiga adalah generasi tabittabi'iin, di mana para tokohnya beberapa diantarnya adalah imam empat mazhab. Jadi, tidak ada alasan buat kita untuk mempertentangkan pendapat para imam tersebut, kita cukup mengikuti mereka karena kita bukan mujtahid tapi hanya muqallid dan kita bukanlah generasi terbaik.

Dengan mencontoh kehidupan Rasul sesuai dengan kapasitas kita. Insya Allah, mudah-mudahan Allah menambahkan dan menaburkan benih-benih cinta pada kekasih-Nya. Dan mudah-mudahan keridhaan Allah selalu menyertai aktivitas kehidupan kita. Amin. Mulai dari tulisan ini, insya Allah seri Mengenal Rasul dalam berbagai aspek kehidupan yang jarang tersampaikan dapat berjalan secara istimror, continue. Sehingga cinta yang kita miliki tidak hanya cinta di bibir semata. Melainkan cinta yang berawal dari lubuk hati yang paling dalam dan dapat diimplementasikan melalui seluruh sistem organ yang kita miliki. Amin.

Wallahua'lam bishshawaab.

26 October, 2005

Mukjizat Lailatul Qodar sang Abu Nawas


Abu Hani Muhammad bin Hakami -atau yang lebih dikenal dengan Abu Nawas- lahir di Persia tahun 735. Seorang sastrawan terbesar pada zaman kekuasaan Sultan Harun Al Rasyid al Abassi yang menjadi khalifah Dinasti Abasiyah tahun 786-890.

Abu nawas banyak menggubah sajak-sajak bercorak leluhur dan senda gurau (mujuniyat), ahli merangkai syair tentang cinta dan kecantikan wanita, pujian terhadap seseorang, bahkan SINDIRAN HALUS NAMUN TAJAM.

Karena kelakuannya yang tak bermoral, bahkan kemungkinan Atheis, Abu Nawas tidak disukai kalangan agamawan dan mereka yang menjunjung tinggi adab kesopanan.

Pada suatu malam -konon di malam Lailatul Qodar- ia didatangi seseorang tak dikenal yang berkata:

Ya Abu Hani, idza lam takun milhan tuslih, fa la takun zubabatan tafsid

Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, jangan lah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu

Peristiwa di malam Lailatul Qodar itu membawa perubahan besar kepada Abu Nawas. Ia menyadari kesalahan-kesalahannya. Menyadari bahwa selamanya hanya menjadi lalat menjijikan yang membuat sebal orang lain.

Bertobatlah ia.

Syair-syairnya diganti dengan dzikir, malam-malam memabukan diganti dengan i'tikaf di masjid. Yang keluar dari bibirnya ialah ayat-ayat Al Qur'an, yang terpikir dikepalanya ialah ke Maha Agungan Tuhan yang mampu merubah tabiat buruk manusia dalam sekejap Malam dihabiskan dnegan menghinakan diri dihadapan Tuhan yang Maha Mulia siang dihabiskan dengan mencari karunia petunjukNya ke gurun dan samudera RahmatNya

Sebaik-baiknya ibadah umatku ialah membaca Al Qur'an. Maka Al Qur'an yang tersurat, tersirat, dan tersuruk dibaca dan digubahnya dalam puisi puji-pujian.

Salah satu karya puisi terakhirnya yang terkenal hingga kini, dijadikan senandung di pesantren-pesantren dan nasyid di kalangan remaja:

Illaahi lastulil firdfausi a'laa
wa laa aqwaa 'alan naaril jahiimi
fahablii taubatan waghfir dzunuubi
fainnaka ghoofiru dzanbil adziiimi
Ya Alloh tak pantas (surga) firdaus untukku
tapi aku tak kuat memasuki nerakamu
maka atas segala dosaku, aku bertobat
karena ampunanmu lebih luas.
Demikianlah, seorang pemabuk yang hampir terjatuh ke jurang kehancuran. diselamatkan di malam Lailatul Qodar menjadi penyair dengan karya yang dikenang sepanjang Zaman.

Lalu, bagaimana dengan kita menjelang malam Lailatul Qodar ini?


~ 24 Oktober 2005
ucup al-bandungi bukan rumi
Taken from Daarut-Tauhid milist

24 October, 2005

I'tikaf Ramadhan

Alhamdulillah. Allah telah memberikan keluasan usia kita sehingga kita bisa menghirup udara di hari ke sebelas akhir Ramadhan (jika Ramadhan berjumlah 30 hari). Dan oleh sebab itu, malam ini adalah awal hari ke sepuluh hari terakhir (hari dalam penanggalan hijriyah dimulai dari maghrib).

Ada apa dengan sepuluh hari akhir Ramadhan?


Pada hari-hari tersebut, ada ibadah sunnah yang spesial hanya ada di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu I'tikaf Ramadhan. Di mana Rasulullah saw., para sahabat, dan istri-istri beliau mengerjakannya. Hari-hari tersebut menjadi lebih spesial lagi karena biasanya malam kemulian (laylatulqadr) yang lebih baik dari seribu bulan akan turun (Lihat Tafsir Ibn Katsir Q.S. al-Qadr).

Keutamaannya banyak sekali, karenanya Rasulullah saw. selalu mengerjakan ibadah ini, tidak pernah terlewatkan. Salah satunya adalah, mu'takif (orang yang beri'tikaf) untuk sementara memisahkan diri dari kehidupan dunia. Sebagaimana Muhammad berdiam diri di gua Hira mengasingkan diri dari kehidupan jahiliyah yang berlangsung pada masyarakat Arab (Mekah waktu itu). Dengan demikian mu'takif dapat melihat segala persoalan umat dari luar, dan menilainya secara objektif. Analogi dengan, melihat kehidupan masyarakat dari tempat tinggi melihat ke bawah, ke kehidupan masyarakat yang sedang berlangsung. Maka akan menemukan dan lebih memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi, daripada kita berada di bawah.

Kaifiat (tata cara), rukun, syarat, pembatalan, waktunya dapat dilihat di sini. Bagi wanita pun disunnahkan, ada yang berpendapat cukup di rumah, ada juga dilakukan di masjid, sebagaimana yang dilakukan istri-istri Rasulullah saw lakukan setelah Rasul wafat.

Sementara bagi kita, karyawan atau mahasiswa yang tidak bisa all out mengerjakan i'tikaf Ramadhan. Tidak masalah bagi kita untuk melaksanakannya walaupun tidak sempurna. Lagi pula sesuatu yang tidak bisa didapatkan secara sempurna bukan berarti ditinggalkan keseluruhannya.

Pengalaman Empiris

Saya baru tahun kemarin melaksanakan i'tikaf. Ada suka-duka nya. Tapi sukanya tentu lebih banyak. Kala itu, saya berazam untuk beri'tikaf full di 10 hari terakhir (tapi ternyata cuma 9 hari) bertempat di Masjid at-Tin. Sukanya, selain beribadah secara mahdlah, saya mempunyai teman baru, orang-orang sholeh (sebagaimana lagu yang sedang ngetren, TOMBO ATI). Mulai dari anak sekolah kelas 3 SMP, pencari kerja, sampai karyawan. Ada yang kerja di Garuda Indonesia, gedungnya bersatu (bersebelahan) dengan Danareksa, ada yang di Asuransi Takaful, ada yang lagi ko'as di Bekasi (Kedokteran Trisakti), ada yang dari Palembang, Bekasi, ustadz. Khusus yang dari Palembang, dia biasanya melakukan i'tikaf di Masjidilharaam. Dari Cianjur pun ada dua orang. Subhanallah. Mereka sengaja tidak mengambil cuti kerjanya kecuali untuk i'tikaf di bulan mulia ini. Amalan-amalan mereka sangat banyak, dan banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari sana. Yang anak SMP aja khatam al-Quran bisa samapi 4 kali. Subhanallah. Dia biasanya i'tikaf di al-Hikmah Mampang. Oh ya, saya ketemu juga anak Trisakti lainnya, jurusan Hukum. He..he... ngajakin debat mengenai RUU Pornografi dan Pornoaksi. Dia salah satu personil Lembaga Bantuan Hukum (Gratis) bagi orang2 yang tidak tahu Sistem Hukum di Indonesia. (Lupa nama lembaganya, iklan dan beritanya suka ada di majalah Tarbawi). Jumlah pesertanya BAANYYYYAAAK banget, apalagi malam-malam ganjil (terutama malam ke 27 Ramadhan), susah nyari kavling buat tidur (loh kok tidur? ya iya, istirahat itu perlu tapi jangan lama-lama).

Dukanya cuma dua, yaitu keterbatasan kamar mandi di masjid at-Tin dan karpet hanya di shaf pertama tidak boleh dipake tidur (jadi kedinginan dan dari sana paru-paru gw kerasa sakit).

Sekarang jadi ketagihan, kemarin aja coba lihat-lihat situasi di Masjid Istiqlal, 3 hari i'tikaf di sana, enak juga, air berlimpah di sana, kamar mandi sangat banyak. Dan ngocor terussss. Karpetnya baru dan tebal, boleh dipake tidur lagi.

Nah, kondisi i'tikaf yang saya rasakan kurang lebih seperti itu, bagi yang tertarik, yu saya mengajak sahabat esteka37 untuk i'tikaf. Insya Allah tidak ada ruginya.

Adapun masjid-masjid yang digunakan untuk i'tikaf biasanya masjid-masjid besar selalu ada. Istiqlal, al-Azhar, Masjid Bank Indonesia (?), Masjid Bank Syariah Mandiri Thamrin (Kamis-Sabtu ini), at-Tin, Masjid Sudirman (TMII), dan masih banyak lagi masjid lain. Yu kita i'tikaf, malam-malam i'tikaf di Masjid, mudah-mudahan mendapatkan laylatulqadr, siangnya kita kerja di kantor.

Akhir Kata

Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah (petunjuk) kepada kita semua, dan memudahkan kita untuk menjalankan kebaikan dan mempersulit kita untuk berbuat dosa dan maksiat. Di mana Rasulullah pernah bersabada mengenai posisi akhir kita di akhirat. Intisarinya bahwa manusia sudah ditetapkan akhirnya apakah dalam keadaan selamat (syurga) atau celaka (neraka). Kemudian sahabat bertanya "lalu buat apa kita beribadah?". Rasulullah menjawab bahwa orang yang ditakdirkan selamat akan mudah untuk menjalankan kebaikan dan sebaliknya orang yang ditakdirkan celaka akan mudah untuk mengerjakan kemaksiatan dan dosa. Mudah-mudahan kita termasuk golongan pertama. Amin.

Wallahua'lam bishshawaab

14 October, 2005

Aborsi dan RUU Kesehatan

Sudah lama emang, isu ini merebak di media. Namun, gw pengen menyoroti kembali. Mengenai RUU Kesehatan Bab Kesehatan reproduksi. Ini merupkan progranda PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

Setelah program KB pas zaman Soeharto mereka anggap berhasil, yaitu dengan diberikannya penghargaan kepada Bapak Presiden Soeharto waktu itu, sebagai negara yang sukses "mengurangi jumlah populasi" rakyat Indonesia. Itulah yang mereka inginkan, karena ancaman bagi mereka adalah negara dengan populasi terbanyak, saat ini adalah China dan India. Di mana kedua negara ini sedang melesat menuju negara maju. Sedangkan Jepang, Taiwan, dan Korea tidak mereka jadikan ancaman. Karena, misal di Jepang, mengalami masalah regenerasi (Mungkin karena banyak robot2 mainan yg dijadikan sahabat di rumah mereka). Bagaimana dengan Indonesia???

Kembali ke masalah aborsi. Tidak ada Ibu yang mau melakukan aborsi. Karena wah itu tindakan sangat biadab. Memang aborsi itu ngga kerasa sakit buat Ibu si pembunuh, tapi apa yang dirasakan bayi kita. Juga Ibu si pembunuh ngga bakalan mudah terlupakan dari memorinya mengenai momen pembunuhan calon penerusnya. Sehingga bisa ditebaklah, dia bakalan stress sumetress. dan apakah penyakit yang disebabkan stress?? Udah pasti lebih banyak dan lebih berbahaja dari penyakit fisik lainnya.

Tindakan aborsi adalah mutlak tindakan pembunuhan yang tidak bisa disuramkan dengan pendapat apapun. Kalo liat data tentang kejadian aborsi di Indonesia diduga oleh BKKBN sekitar 2 juta kejadian tiap tahunnya. DUA JUTA gitu loh! Demikian pula di USA. Jumlah ini melebihi angka kematian dalam kecelakaan, perang ataupun yang disebabkan oleh sakit apapun (walaupun sudah masuk kategori KLB).

Ini harus dihentikan, jangan sampai RUU ini disahkan oleh DPR RI. Mudah-mudahan para aleg kita masih punya otak (ngga usah pake iman dulu lah). Apalagi kalo pake iman! Usaha kita, mari berdo'a agar RUU ini tidak menjadi UU, apalagi di bulan yang suci ini, di mana janji Allah untuk mengijabah do'a-do'a kita. Kalo ada aksi turun ke jalan, mari kita ikuti. Itulah dua cara minimal kita untuk berjuang. Toh pake otak kita ngga pinter, pake kekuasaan kita ngga punya. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah bagi para aleg kita di Senayan. Amin.

11 October, 2005

Mari Beri'tikaf Ria

Ane tau, kalo antum lagi sibuk semua. Selama Ramadhan tahun ini (1426), hanya tersisa sedikit waktu untuk memeriahkan Ramadhan. Ga percaya? Kalo ane sendiri. Pertama bangun jam 3 malam, sahur dan shalat shubuh sampe jam 5. Ngantuk... trus tidur bangun jam setengah 7. Persiapan berangkat kantor, dari pasar minggu nyampe ke kantor jam 8.

Di kantor kerja ini-itu, istirahat setengah 1, masuk lagi jam 1. Pulang kerja jam setengah 5. Ke stasiun Gondangdia nungguin kereta. Biasaya jam segituan penuh bgt. Baru dpt kereta jam setengah 7. Nyampe rumah jam 7 lebih. Ga keburu shalat Isya berjama'ah.

lebih baek kita beri'tikaf ria aja di masjid yg paling deket dg kantor


Yaa.. Ramadhan tahun ini sangat sulit untuk dimeriahkan. Kalo gini caranya, ane ga dapet apa2 dong selama Ramadhan. Solusinya harus i'tikaf di masjid yg deket dengan kantor. Di istiqlal lumayan deket, tinggal jalan kaki, 25 menit nyampe.

Buat temen-temen yang senasib sama ane. Sok lebih baek kita beri'tikaf ria aja di masjid yg paling deket dg kantor. Selain irit juga berfahala lokh.

10 October, 2005

Terus Terang

Terus terang nih. Sejak awal Ramadhan gw ga ada kerjaan. What a poor man. Gw cuman buka-buka internet, browing, check email, kadang-kadang (sering) tidur pula di mushala.

Sebenernya gw disuruh belajar ini... belajar itu... Gw baca artikel ini, ngantuk.... Coz bahasa Inggeris sih. Tapi kalo bahasa Inggeris doang gw bisa, ini mah bahasannya ga ngerti. Ngomonmgin apaan sih nih artikel?! Whooaaayyy, mendingan gw turun ke mushala. Shalat? Bukan, Tidur ... ZZZ zzz ...

Muidah2an hari besok ada yg lain deh. Amin.

07 October, 2005

Bahaja.... Bahaja.....!

Gw ga ngerti kok bisa gitu ya. Aleg DPR tahun 2001 betapa-betapa bodohnya. Bikin Undang Undang Liberalisasi Minyak. Wah ini mah awal globalisasi yang benar-benar akan menghancurkan kehidupan rakyat NKRI. Kondisinya akan lebih (sangat) buruk dibandingkan sekarang. Kalo gw sih mendingan pake minyak Pertamina walopun mahal. Toh duitnya ke kita-kita juga (bener ga sih?). Kalo ke perusahaan asing e.g. Shell or Petronas, wah sori deh, itu mereka yang the destroyers, terutama Shell. Kalo tender minyak dimenangkan mereka, tidak sama Pertamina lagi, artinya kita akan masuk dalam kondisi penjajahan jilid III.

SBY bersama konco-konco tim ekonominya yang dipimpin MJK, rencananya akan menjalankan amanat UU tsb awal 2006 atau akhir 2005. Innalillaahi wa innaailaihi raji'uun. Apa mereka ga baca tulisan John Perkins, The Economic Hit Man? Terus kalo udah baca apa pemikiran logic mereka terbang entah ke mana? Apa logic mereka dimagnet oleh US. Wah.. wah... wah... gawat nih!

Nah... mahasiswa! Gw selalu mendukung aksi2 antum. Walopun sebagian masyarkat mengecam perjuangan suci mahasiswa. Kalo mo aksi, jangan isu-isu murahan yang mudah ditangkal. Tapi pake isu ini. Terus terang ini isu paling heboh, dan gw sangat sedih dengan kebijakan pembunuhan ekonomi bangsa oleh SBY dekaka.

Kepada para Aleg, tolong! plizzzz.... cabut kembali UU Liberalisas Minyak. Saya yakin, kepala2 para aleg DPR lebih banyak dan lebih hebat dari SBY n bro. Sok fikirkan dengan jernih untuk mencabut UU tersebut.

Aneh juga, pemberitaan di koran seolah2 membuat opini positif dalam pelaksanaan UU tsb. Katanya minyak bisa murah lah bla..bla.. Gw baru baca satu lembaga yang menentang liberalisasi minyak yaitu WALHI. Terus perjuangkan! Gw berdo'a mudah2an Allah Yang Maha Penyayang memberikan kasih sayangnya bagi umat muslim di negeri tercinta ini. Amin.