<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13859598?origin\x3dhttp://f-xtudent.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.: blog bogana f-xtudent

Tiga elemen pembangun blog ini :: Informasi yang jarang tersampaikan :: Penting tapi tidak dianggap penting :: Opini dari sudut pandang berbeda

07 September, 2005

R di kampus (Statistika IPB)

R merupakan soft open source yang paling banyak dipake di kalangan akademisi, namun di Indonesia belum ada satu kampus pun yang memberikan kuliah tentang R. Di Statistika IPB saja, software statistika zaman saya, yg diajarin cuman SAS System sama Minitab. SPSS dan software lainnya harus belajar sendiri. Beruntung angkatan baru sekarang dikasih materi S-Plus. Coz Bahasa pemrograman S-Plus dan R berasal dari bahasa yang sama yaitu S. Jadi mungkin akan lebih memudahkan mahasiswa untuk mempelajari R. Ngga tau juga tuh kenapa ngga langsung diajarin R, padahal kan ada pelajaran lain yang bisa diambil, seperti: pelajaran moral mengenai pelanggartan Hak Cipta. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang keharaman melanggar HAKI.


Kalo kampus2 di overseas (Europe and US) banyak sekali jurnal2 mengenai R. Dan dari situsnya (cran.r-project.org) banyak sekali contribution yang memperkaya fungsi2 R untuk analisis statistika. Ada ratusan package yang bisa didownload secara terpisah. Defaulnya R cuma puluhan mega saja dengan package2 yang sedikit. Tapi kalo pengen analsis tertentu, silakan unduh di situs tsb, coz kalo di-embed ke R default, bakalan membengkak ukurannya, padahal kita ngga butuh paket2 tadi.


Banyak yg mengeluhkan, apalagi mhs stk IPB, sulitnya (baca: malas) mengetikkan perintah programming selayaknya di SAS. Mereka lebih senang menggunakan Minitab or SPSS, tinggal klak klik. Padahal kalo mereka mo belajar sendiri, di SAS System juga udah ada GUI-nya, gampang. R juga sudah ada GUI-nya, tapi defaultnya berupa command line, bukan GUI.


Keuntungan yang paling penting buat Mahasiswa belajar R adalah: 1. Akan mengenal operating system lain seperti GNU/Linux yang freecharge dan opensource. Walaopun R sendiri bisa di-run di multiplatform seperti Windows dan MacOS 2. Akan lebih menghargai hasil karya orang lain. Salah satu krisis moral bangsa kita adalah illegal copy (dalam kata lain "pembajakan", tapi "pembajakan" itu ngga boleh dilarang, contohnya pembajakan sawah. Kalo dilarang ngga bisa makanlah kita) 3. Ketika mahasiswa statistika membuka konsultasi buat mahasiswa lain tentang statistik, yg tentunya ada IGA (Income Generating Activities), mahasiswa tsb bisa langsung terjun ke dunia kerja dengan profesional. Profesional dalam kerja dan alat2 pendukung yg dibutuhkan seperti software berlisensi.


Semoga kita (Indonesia) bisa meniru India (negara2 maju berbondong2 pergi ke India untuk belajar mengenai bagaimana India bisa berkembang pesat dan menawarkan kerjasama di berbagai bidang), dimana sekitar 20% exportnya bersumber dari produk IT. Kalo kita pake software proprieatary yang notabene closesource, kapan Indonesia bisa pinter & maju? Kita hanya bisa menjadi consumer bukan producer.