Aborsi dan RUU Kesehatan
Sudah lama emang, isu ini merebak di media. Namun, gw pengen menyoroti kembali. Mengenai RUU Kesehatan Bab Kesehatan reproduksi. Ini merupkan progranda PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.Setelah program KB pas zaman Soeharto mereka anggap berhasil, yaitu dengan diberikannya penghargaan kepada Bapak Presiden Soeharto waktu itu, sebagai negara yang sukses "mengurangi jumlah populasi" rakyat Indonesia. Itulah yang mereka inginkan, karena ancaman bagi mereka adalah negara dengan populasi terbanyak, saat ini adalah China dan India. Di mana kedua negara ini sedang melesat menuju negara maju. Sedangkan Jepang, Taiwan, dan Korea tidak mereka jadikan ancaman. Karena, misal di Jepang, mengalami masalah regenerasi (Mungkin karena banyak robot2 mainan yg dijadikan sahabat di rumah mereka). Bagaimana dengan Indonesia???
Kembali ke masalah aborsi. Tidak ada Ibu yang mau melakukan aborsi. Karena wah itu tindakan sangat biadab. Memang aborsi itu ngga kerasa sakit buat Ibu si pembunuh, tapi apa yang dirasakan bayi kita. Juga Ibu si pembunuh ngga bakalan mudah terlupakan dari memorinya mengenai momen pembunuhan calon penerusnya. Sehingga bisa ditebaklah, dia bakalan stress sumetress. dan apakah penyakit yang disebabkan stress?? Udah pasti lebih banyak dan lebih berbahaja dari penyakit fisik lainnya.
Tindakan aborsi adalah mutlak tindakan pembunuhan yang tidak bisa disuramkan dengan pendapat apapun. Kalo liat data tentang kejadian aborsi di Indonesia diduga oleh BKKBN sekitar 2 juta kejadian tiap tahunnya. DUA JUTA gitu loh! Demikian pula di USA. Jumlah ini melebihi angka kematian dalam kecelakaan, perang ataupun yang disebabkan oleh sakit apapun (walaupun sudah masuk kategori KLB).
Ini harus dihentikan, jangan sampai RUU ini disahkan oleh DPR RI. Mudah-mudahan para aleg kita masih punya otak (ngga usah pake iman dulu lah). Apalagi kalo pake iman! Usaha kita, mari berdo'a agar RUU ini tidak menjadi UU, apalagi di bulan yang suci ini, di mana janji Allah untuk mengijabah do'a-do'a kita. Kalo ada aksi turun ke jalan, mari kita ikuti. Itulah dua cara minimal kita untuk berjuang. Toh pake otak kita ngga pinter, pake kekuasaan kita ngga punya. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah bagi para aleg kita di Senayan. Amin.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home